….........SUMEDANG TANDANG NYANDANG KAHAYANG ......SELAMAT DATANG DI BLOG BALAI PENYULUH PERTANIAN..

Senin, 19 Agustus 2013

Administrasi Kelompok Tani
Administrasi merupakan salah satu hal yang perlu dilengkapi oleh setiap organisasi, salah satu organisasi tersebut salah satunya kelompok tani. dengan administrasi kelompok bisa mengetahui sejauh mana perkembangan dan maju mundurnya kelompok tersebut.
berikut beberapa buku administrasi yang perlu dipunyai oleh kelompok tani
  1. Buku Tamu
  2. Buku Daftar Anggota
  3. Buku Rencana Kegiatan (RDK/ RDKK)
  4. Buku Kegiatan
  5. Buku Notulen Rapat
  6. Buku Infentarsi
  7. Buku kepemilikan lahan anggota kelompok
  8. Buku Kas
  9. Buku Surat MAsuk dan Keluar
  10. Buku Daftar Hadir Pertemuan

Senin, 20 Mei 2013


CARA MENCANGKOK TANAMAN SAWO

Mencangkok merupakan salah satu teknik pemangkasan bentuk pada tanaman. Mencangkok adalah salah satu cara murah dan mudah untuk mengembangbiakkan tanaman. Pencangkokan dilakukan untuk mendapatkan keturunan yang lebih baik pada suatu tumbuhan, sehingga pemanfaatan terhadap tumbuhan tersebut menjadi lebih optimal. Misalkan pencangkokan pada tumbuhan Sawo, dengan mencangkok tumbuhan Sawo, kita bisa mendapatkan buah yang lebih baik dari tumbuhan tersebut dan tentunya masa tumbuh yang relatif lebih singkat dan juga bisa membantu dalam pemangkasan yang membuat bentuk tanaman jadi lebih indah.

ALAT
·         PISAU CANGKOK/ Pisau Biasa
·         PLASTIK bening
·         Tali Rami

BAHAN
·         TANAH gembur
·         KOMPOS

APLIKASI MENCANGKOK
  • Pertama tama kita pilih ranting yang akan kita cangkok, pilih ranting yang daunnya dalam keadaan tua
  • Sayat kulit ranting dengan panjang sekitar 10 cm, kulit yang disayat berjarak maksimal 1m dari ujung ranting dan minimal 70cm dari ujung ranting
  • Ketika kulit ranting sudah mengelupas, maka kambium yang masih menempel kita kerik sampai bersih.
  • Diamkan bagian yang akan dicangkok tersebut selama 1 s/d 2 minggu agar kambium yang masih menempel bisa terlihat
  • Setelah didiamkan, kita persiapkan bahan-bahan seperti tanah dan kompos sebagai mendia tumbuhnya akar
  • Persiapkan plastik dengan ukuran sekitar 20 x 20 cm, jangan terlalu tebal ataupun tipis, dan plastik tersebut dijamin tidak bocor agar tanah / media yang ada di dalam plastik tersebut kelembabannya terjaga
  • Plastik di atas diikatkan bagian ujungnya pada sayatan yang akan dicangkok dengan tali rami, ikatan dilakukan pada ujung sayatan
  • Tanah yang telah dicampur kompos dengan perbandingan 1 : 1 tersebut ditempelkan pada bagian sayatan yang akan dicangkok, sehingga seluruh bagian sayatan tersebut tertutup oleh media
  • Bungkuskan plastik yang telah diikat ujungnya sehingga bagian yang belum diikat bisa menutup/ membungkus seluruh media tanah
  • Bagian sambungan plastik berada di atas agar cairan tidak turun dan terbuang
  • Ikat bagian tengahnya agar semut tidak mudah masuk ke dalam media cangkok
  • Selamat mencoba 

Selasa, 02 April 2013

Pengendalian Penyakit Blas pada Padi

Penyakit Blas merupakan penyakit penting pada tanaman padi, penyakit blas diakibatkan oleh jamur Pyricularia oryzae. Penyakit Blas dapat menyerang semua bagian tanaman padi dari mulai persemaian, stadia vegetatif dan stadia generatif.dengan menyerang leher dan cabang malai. Pada varietas yang rentan dan kondisi yang mendukung (kelembaban tinggi) penyakit ini dapat menyebabkan kerusakan yang tinggi.
Cendawan Pyricularia oryzae dapat membentuk bercak belah ketupat pada daun padi, buku batang, leher malai, cabang malai, bulir padi dan kolar daun (Chen, 1993, Scardaci et al., 1997). bentuk khas dari bercak pada daun adalah belah ketupat dengan dua ujungnya runcing. Bercak yang telah berkembang, bagian tepi berwarna coklat dan bagian tengah berwarna putih keabu abuan. bercak awal mula berbentuk kecil berwarna hijau gelap abu abu sedikit kebirubiruan. Bercak ini terus berkembang pada varietas yang rentan, khususnya bila pada keadaan lembab. Bercak tidak akan berkembang dan tetap seperti titik kecil pada varietas yang tahan. hal ini karena proses perkembangan konidia dari cendawan ini dalam jaringan inangnya  terhambat..Pada pase generatif gejala ditemukan pada leher malai berupa bercak (Neck Blas).
Daur penyakit dimulai ketika spora cendawan menginfeksi dan menghasilkan suatu bercak pada tanaman padidan berakhir ketika cendawan bersporulasi. Apabila kondisi lingkungan menguntungkan, satu daur dapat terjadi dalam waktu 1 minggu. Selanjutnya dari satu bercak dapat menghasilkan ratusan sampai ribuan spora dalam satu malam. pengaruh pupuk N (Urea, ZA) terhadap serangan Blas bergantung pada jenis tanah, keadaan iklim dan cara aplikasinya. makin cepat reaksi pupuk N maka makin cepat pula serangan blas.. Pada tanah lempung/ tanah berat, serangan Blas lebih ringan daripada tanah berpasir.
Pengendalian.
1. Penggunaan Varietas Tahan
2. Penanaman Varietas secara berselang seling
3. Penggunaan pupuk Nitrogen sesuai anjuran di musim hujan
4. Waktu Tanam yang tepat
5. Tanam Jajar Legowo.
6. Penyemprotan dengan Fungisida

Kamis, 30 Agustus 2012


Mencari Solusi untuk Kekeringan

Meski baru memasuki musim kemarau, lahan sawah di Kecamatan Situraja sudah memperlihatkan gejala-gejala kekeringan, apakah itu gejala ringan, sedang, ataupun berat.
Memang untuk luas kekeringan untuk musim sekarang tidak separah luas kekeringan pada tahun kemarin.
Sebetulnya kendala apa yang menyebabkan kekeringan itu selalu terjadi di kecamatan Situraja. Apakah karena  cuaca, tidak adanya sumber air, irigasi yang jelek, atau tidak sesuainya komoditas dengan ketersediaan air.
Kecamatan Situraja merupakan kecamatan yang sebagian besar lahannya mengandalkan air hujan sebagai sumber airnya, sebetulnya jika melihat keadaan tersebut, seharusnya kita bisa mencari solusi supaya kekeringan tidak terus menerus terjadi di kecamatan Situraja.
Beberapa solusi bisa kita coba untuk mengantisipasi kekeringan di kecamatan Situraja, diantaranya:

Pengelolaan air irigasi
Hingga kini, air irigasi belum dimanfaatkan secara efisien. Di sepanjang saluran irigasi sekunder masih terjadi kehilangan air dalam jumlah yang relatif besar sehingga debit air yang masuk ke petak tersier menjadi berkurang.
Di sisi lain, petani umumnya memasukan air ke petakan sawah secara berlebihan hingga mencapai tinggi genangan 10 cm padahal tanaman padi yang diairi dalam selang waktu tertentu (intermittent drainage) memberi hasil yang relatif sama tingginya dibanding kalau tanaman diairi secara terus-menerus. Bahkan hasil padi tidak berkurang jika lahan dibiarkan tidak menggenang selama beberapa hari setelah 2-3 hari dalam keadaan macakmacak. Penelitian di lahan sawah irigasi di Subang Jawa Barat menunjukan pula bahwa tanaman padi yang diairi 9 hari sekali tidak berbeda hasilnya dengan yang diairi setiap hari. Pada lahan sawah tadah hujan pengairan tanaman pada musim kemarau dapat melalui pemanfaatan air limpasan hujan yang ditampung di kolam penampung air atau lebih populer disebut embung.Pada musim hujan, kolam dapat
dimanfaatkan bagi pemeliharaan ikan.

Penanaman varietas genjah dan Toleran kekeringan
Balai Besar Penelitian Tanaman Padi telah menghasilkan Balai Besar Penelitian Tanaman Padi telah menghasilkan sejumlah varietas unggul padi yang dianjurkan penanamannya untuk mengantisipasi ancaman kekeringan.Varietas tersebut antara lain adalah Widas, Singkil, Situ Bagendit, Way Apoburu, Towuti, Silugonggo, Cigeulis, Batutegi, dan Situ Patenggang